Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ تَسْلِيمَ الْخَاصَّةِ وَفُشُوَّ التِّجَارَةِ وَقَطْعَ الْأَرْحَامِ وَشَهَادَةَ الزُّورِ وَكِتْمَانَ شَهَادَةِ الْحَقِّ وَظُهُورَ الْقَلَمِ
“Sesungguhnya pengkhususan salam hanya untuk orang-orang tertentu saja, maraknya perdagangan, (banyaknya) pemutusan tali silaturahmi, (banyaknya) persaksian palsu, (banyaknya) penyembunyian persaksian yang benar dan bermunculannya pena (tersebarnya karya tulis) akan terjadi menjelang terjadinya hari kiamat.” (HR. Imam Ahmad)
Saat ini kita saksikan bersama pena (karya tulis) semakin marak, ilmu pengetahuan dan buku-buku tersebar luas melalui percetakan-percetakan, alat-alat fotokopi dan yang semisalnya. Tidakkah ini semua menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berbicara dengan hawa nafsu semata, melainkan dengan wahyu yang diwahyukan kepadanya?
(100 Mukjizat Islam, Yusuf Ali al-Jasir, Pustaka Darul Haq)
Baca Artikel lain nya : Muslim Di negeri sakura
Baca Artikel lain nya : KELUARGA SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH
Baca Artikel lain nya : 113 alasan mengapa wanita harus bekerudung atau hijab





