Senin, 22 Oktober 2012

Di Belanda, Umat Muslim Masih Dianggap Kaum Rendahan


masjid belanda

SEPERTI halnya bagi banyak Muslim di Barat, peristiwa 11 September menjadi titik balik bagi Muslim di Belanda. Orang-orang yang sebelum 11 September dianggap sebagai pekerja asing, migran atau minoritas etnis, begitu saja dinyatakan sebagai Muslim.

Pemerintah Belanda, yang ditopang oleh politisi fasis Geert Wilders, yang terkenal sangat gencar berkampanye melawan Islam dan kaum Muslimin. Itulah tantangan terbesar bagi umat Islam di Belanda.
Beberapa tahun lalu, seorang direktur Organisasi Islam Di Belanda, Marianne Vorthoren berbincang dengan dua gadis cilik Muslim yang berusia sekitar 6 atau 7 tahun di sebuah masjid di Rotterdam. Ia bercerita tentang generasi muda muslim di Belanda, bahwa anak-anak kecil yang lahir dan dibesarkan di Belanda, sudah ”terprogram” untuk berpikir kalau orang-orang tidaklah bisa menjadi orang Belanda sekaligus Muslim.

Flashback beberapa tahun lalu, dua gadis cilik Muslim ketika itu bertanya kepada Vorthoren dalam bahasa Belanda yang fasih, apakah ia orang Turki. Vorthoren menjelaskan kalau ia orang Belanda yang sebetulnya telah masuk Islam. Dalam percakapan kami, salah satu dari mereka tiba-tiba mengatakan, “Kembali ke saat Anda masih menjadi orang Belanda …”
Miris, ternyata anyak anak muda Muslim yang dilahirkan dan dibesarkan di Belanda merasa terasing dan tak diterima dengan baik oleh masyarakat Belanda.

Masalah-masalah sosial, seperti kurang lancar berbahasa Belanda, tingginya angka putus sekolah, tingginya tingkat pengangguran dan kriminal, serta rendahnya tingkat partisipasi politik masih sering diasosiasikan dengan “Muslim”. Karena masalah-masalah ini dikaitkan
dengan penduduk yang umumnya Muslim, banyak orang Belanda melihatnya sebagai bagian intrinsik dari Islam dan memandang bahwa menjadi Belanda dan Muslim tidaklah bisa sejalan. [nr/islampos/muslimvillage]
Photobucket

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar