Senin, 22 Oktober 2012

Muslim Selandia Baru; Mencoba Eksis di Tengah Krisis



MASIH tergolong minoritas dan banyaknya gejala Islamofobia serta stigma negatif terhadap Islam di negeri kiwi itu, membuat komunitas muslim di sana mencoba eksis di tengah krisis.
Sebuah laporan pemerintah baru-baru ini yang mengungkapkan bahwa umat Islam menghadapi Islamofobia mendalam, yakni seringkali-nya masyarakan non muslim yang hidup disekitaran masjid  melempari botol-botol bekas alkohol di pintu masuk salah satu masjid di Selandia Baru.

“Terakhir pada Jumat malam kemarin, mereka berjalan melewati masjid dan melempari botol alkohol di mana-mana, dan perbuatan  begitu mengerikan,” kata Ismail Gamadid, Presiden Asosiasi Muslim Waikato.

Tapi hal tersebut justru membuat muslim disana semakin gencar memperkenalkan Islam kepada penganut masyarakat sekitaran masjid. Memberi pemahaman kepada mereka tentang ajaran Islam yang sebenarnya. Dan itulah yang dilakukan umat Muslim di sana. Menggelar acara ‘open house’ di salah satu masjid adalah upaya menyambut masyarakat non muslim dan memperkenalkan citra Islam yang sebenarnya.

“Jadi kami memutuskan untuk menggelar open house di masjid raya Hamilton untuk publik, memberi kesempatan mereka bertemu kami, dan melihat masjid kami, Insya Allah lemparan botol-botol pecah akan berhenti,” tambah Gamadid.

Keputusan untuk menggelar open house di Masjid dan Islamic Centre Hamilton telah mengubah interpretasi yang salah tentang Islam. Banyak warga Selandia Baru menuduh masjid menjadi sarang teroris, namun setelah menhadari acara tersebut dan berbincang-bincang dengan kaum Muslim, kini mereka paham bahwa masjid adalah tempat ibadah umat Islam.

Hari ini gelaran open house masjid dilaksanakan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari lebih lanjut tentang rencana perluasan masjid.

 Renovasi Oktober mendatang.
Dan setelah delapan tahun hidup di tengah minoritas, Muslim Hamilton merayakan keberhasilan upaya tersebut, mencoba dan menjangkau untuk mempromosikan pemahaman yang lebih luas tentang Islam terhadap masyarakat sekitar.

Muslim, yang telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, membentuk 1,7 persen dari 20 juta penduduknya.

Negara-pasifik selatan pulau Selandia Baru adalah rumah bagi 36.000 Muslim, demikian menurut sensus pemerintah setempat pada tahun 2006. [nr/islampos/onislam]
Photobucket

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar